Senin, 09 Maret 2015

Tulisan 1 PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA



Perkembangan telematika di indonesia masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lainnya. Misalnya di negara cina, kini sudah dapat mengungguli Indonesia dalam hal-hal aplikasi komputer dan internet, begitu pula dengan neara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political will pemerintah yang masih belum serius, serta belum dapat membereskan aturan-aturan fundamental yang menjadi penyebab adanya kekurangan tersebut. Contoh nyatanya yang dapat dilihat yaitu pada penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada media pada tahun 2007 sampai awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).
Keadaan ini merupakan realitas objektif yang terjadi di Indonesia saat ini, bahkan ada wilayah yang masih belum tersentuh oleh teknologi telematika, misalnya diindonesia bagian timur yang masih terbatas dalam pasokan listrik dan masih belum mengenal telematika. Perkembangan telematika di indonesia mengalami tiga periode yang berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:
  • Periode rintisan


Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru sehingga melahirkan akhir tahun 1970-an yang penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai pada tahun 1970-an inilah Toffler yang menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun perhatian yang sangat minim dan pasokan listrik yang sangat terbatas, Indonesia tidak cukup untuk meningkati perkembangan telematika. Memasuki pada tahun 1980-an, terdapat perubahan yang sangat signifikan jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa atau disebut dengan (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Penggunaan teknologi telematika diindonesia masih sangat terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang saat ini dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat
  • Periode pengenalan

Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat sudah mengenalnya. Jaringan radio amatir yang di jangkauannya sampai ke luar negeri yang marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek dari kreativitas anak muda ketika saat itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, kemudian disediakannya wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi saja, namun sudah sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya yaitu untuk mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pad pasca kerusuhan Mei tahun 1998-an. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus-menerus menghasilkan yang baru, maka mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet) yang sesuai dengan kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.
  • Periode aplikasi  


Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan apalagi dengan gejala yang serba bebas seakan tanpa adanya aturan. Terbukti pada pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga yang bilang sangat murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan dan gairah dunia digital di era millenium bukan hanya mampu untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas, namun dapat dimulai dengan dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia menanggapi dengan serius terhadap perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik.
Terbukti pada teknologi mobile phone dengan begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini telah hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café serta kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Perkembangan Telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, harus lebih dapat menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Nama   : Ria Ardiza
NPM    : 16111087
Kelas  : 4KA32

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar