Nama : Ria Ardiza
NPM : 16111087
Kelas : 2KA32
Perilaku Produsen
A.
Pengertian Perilaku Konsumen.
Produsen merupakan suatu pihak-pihak (orang-rang) yang akan melakukan kegiatan produksi agar mencapai suatu tujuan dari produksi tersebut. Sehingga dapat dikatakan sebagai hubungan
antar produsen dengan produksi tersebut memiliki kegiatan
.
Berikut ini merupakan contoh dari perilaku produsen :
1. Produsen akan mencari sebuah keuntungan dengan menghasilkan sejumlah barang ataupun jasa yang sebanyak-banyaknya
dengan modal yang sangat seminimum
mungkin.
2. Produsen akan memberikan Diskon kepada seorang pembeli atau seorang konsumen yang akan membeli sejumlah barang dalam jumlah yang sangat banyak.
3. Produsen akan mematok biaya produksi berdasarkan dari factor-faktor input produksi
tersebut, sehingga ketika harga salah faktor input akan naik jadi
hasil harga
jualnya produksinya juga akan naik.
4. Produsen
juga akan memberikan diskon besar-besaran kepada konsumen agar barang yang sudah lama tersimpan didalam
gudang bisa terjual kembali biasanya disebut cuci gudang.
B. Fungsi Produksi.
Fungsi produksi merupakan suatu model yang bersal dari matematis yang menunjukkan
hubungan antar jumlah dari inputan suatu produksi yang akan dipakai dengan sejumlah dari outputan barang ataupun jasa yang
akan dihasilkan dari suatu proses produksi. Suatu sifat dari fungsi produksi di dalam hukum ekonomi ialah : "The Law of Diminishing
Returns" (Hukum Kenaikan Hasil
Berkurang). Hukum ini menyatakan
bahwa jika salah satu dari input tersebut ditambah dengan input lain maka dapat dianggap tetap sehingga hasil dari output tersebut bertambah inputannya tetapi akaibatnya lama kelamaan akan menurunnya hasil output setelah sampai pada titik
maksimalnya (jika
input tambah terus-menerus).
C. PRODUKSI OPTIMAL
Produksi optimal dikaitkan dengan suatu penggunaan factor-faktor
produksi untuk memproduksikan output yang tertentu dan posisi optimalnya akan
tercapai ketika tidak mungkin mengurangi output dari suatu produksi lain untuk
meningkatkan dari outputnya. Tingkat produksi optimal atau Economic Production
Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan
meminimum dari total biaya persediaan. Metode EPQ ini dapat tercapai jika
apabila besar biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanannya (carrying
cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun.
Metode EPQ menggunakan
asumsi-asumsi sebagai berikut:
1. Barang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih
besar dari tingkat permintaannya.
2. Selama produksi
dilakukan, tingkatan
pemenuhan persediaannya adalah
sama dengan tingkatan produksi
yang dikurangi tingkatan permintaan.
3. Selama berproduksi,
besar tingkat persediaannya kurang dari Q
(EPQ) karena penggunaannya selama
pemenuhan.
Sumber :
http://erlina91.blogspot.com/2012/03/makalah-perilaku-produsen.html
http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/.../mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf
http://ahmadsubagyo.com/...mikro/05-TEORI-PRODUKSI-1-DAN-2.pdf
http://dwizeru.wordpress.com/2011/05/28/perilaku-produsen/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/produksi-optimal/
http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/.../mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf
http://ahmadsubagyo.com/...mikro/05-TEORI-PRODUKSI-1-DAN-2.pdf
http://dwizeru.wordpress.com/2011/05/28/perilaku-produsen/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/produksi-optimal/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar