Nama : Ria Ardiza
NPM : 16111087
Kelas : 2KA32
Perilaku Konsumen
A.
Pengertian Perilaku
Konsumen.
Perilaku konsumen
merupakan suatu proses dan aktivitas ketika seseorang yang berhubungan dalam pencarian, pemilihan,
pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk ataupun jasa demi untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginannya. Perilaku konsumen juga mempunyai pengertian lain
yaitu suatu hal-hal yang mendasari tentang konsumen untuk membuat
keputusan dalam pembelian. Sedangkan Konsumen merupakan seseorang yang
menggunakan barang ataupun jasa. Konsumen dapat diasumsikan sebagai pemiliki informasi
atau pengetahuan sempurna yang berkaitan dengan keputusan yang dikonsumsinya.
Mereka tahu persis bagaimana tentang kualitas barang tersebut, kapasitas dari produksi
tersebut, teknologi yang digunakan dan harga barang yang bearada di pasar.
Merekapun mampu memprediksi jumlah dari penerimaan untuk suatu periode
konsumsi. Di bawah ini adalah wujud dari konsumen yaitu :
a. Personal Consumer
Personal Consumer adalah Konsumen
yang membeli barang ataupun
untuk menggunakan barang dan jasa dalam penggunaannya hanya untuk diri
sendiri.
b. Organizational Consumer
Organizational Consumer adalah Konsumen yang membeli barang ataupun untuk menggunakan
barang dan jasa dalam
penggunaannya hanya untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi
tersebut.
B.
Pendekatan Perilaku Konsumen.
Pendekatan perilaku konsumen
terbagi menjadi dua yaitu:
1. Teori Kardinal ( Cardinal
Theory)
Menurut Teori Kardinal menyatakan
bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal. jadi kita dapat menghitung suatu berat dengan menggunakan gram ataupun kilogram, sedangkan untuk menghitung
suatu panjang dengan menggunakan centimeter ataupun meter. Dan untuk menghitung suatu satuan dalam ukuran menggunakan (utility) yaitu util. Dalam suatu Keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang dapat berdasarkan dengan perbandingan antara
manfaat yang dapat
diperoleh dengan biaya yang harus
dikeluarkan. Total uang yang harus dikeluarkan untuk konsumsi ialah jumlah unit barang dikalikan dengan harga
per unitnya.
2. Teori Ordinal ( Ordinal Theory
)
a. Kurva Indiferensi (
Indiference Curve )
Menurut Teori Ordinal menyatakan bahwa, kegunaan tidak dapat dihitung tetapi hanya dapat
dibandingkan.
Jadi kita dapat menilai kecantikan atau
kepandaian dari seseorang. Untuk menjelaskan pendapat dari Teori
Ordinal yaitu dengan
menggunakan kurva indiferensi (indiferensi
curve). Kurva indiferensi merupakan suatu kurva
yang akan menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dari dua
macam barang yang memberikan tingkatan kepuasan yang sama untuk seorang konsumennya. Dibwah
ini merupakan Asumsi-asumsi dari Kurva Indiferensi yaitu :
1) Semakin jauh kurva indiferensi
dari titik origin, semakin tinggi pula tingkatan kepuasannya.
2) Kurva indiferensi dapat turun dari kiri ke kanan bawah ( downward sloping ), dan dapat cembung ke titik origin ( convex to origin) ataupun adanya kelangkaan.
3) Dalam Suatu Kurva indiferensi tidak dapat saling berpotongan agar
asumsi transitivitasnya terpenuhi
b. Kurva Garis Anggaran ( Budget
Line Curve )
Garis Anggaran (budget
line) merupakan
suatu kurva yang akan menunjukkan
kombinasi konsumsi dari dua macam barang yang akan membutuhkan biaya
(anggaran) yang sama besarnya.
c. Perubahan Harga Barang dan
Pendapatan
Perubahan suatu harga dan pendapatan akan dapat mempengaruhi
dari daya beli dan dapat diukur
dari besar luasnya
dari suatu bidang segi tiga yang dibatasi oleh kurva garis anggaran. Apabila luas dari bidang segitiga semakin meluas, maka daya beli dapat meningkat pesat ,dan
demikian sebaliknya.
C. Faktor yang Mempengaruhi
Perilaku Konsumen
1. Faktor Sosial
A.
Grup
Sikap dan perilaku
seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor-faktor kecil tertentu. Suatu
kelompok dapat mempunyai
pengaruh langsung yang disebut sebagai membership group. Membership
group terdiri dari dua
macam yaitu ada yang meliputi dari segi primary groups yaitu : keluarga, teman, tetangga,
dan rekan kerja dan ada
juga yang meliputi dari segi secondary groups yaitu biasanya lebih formal dan memiliki interaksi rutinnya sedikit
yaitu : kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang.
B. Pengaruh Keluarga
Keluarga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar
di dalam perilaku pembelian.
C. Peran dan Status
Seseorang dapat memiliki beberapa kelompokyaitu seperti organisasi, perkumpulan-perkumpulan dan keluarga. Tiap-tiap peran dapat membawa sebuah status yang
merefleksikan suatu
penghargaan umum yang diberikan oleh setiap masyarakat.
2. Faktor Personal
A.
Situasi Ekonomi
Keadaan dari ekonomi seseorang dapat mempengaruhi pilihan dari suatu produk. Situasi ekonomi dari seseorang amat sangat dapat mempengaruhi di dalam pemilihan dari suatu produk dan keputusan di dalam pembelian pada suatu
produk tertentu.
Contohnya: Orang yang punya pendapatan besar akan membeli banyak barang
yang dia inginkan.
B. Gaya Hidup
Pola dari kehidupan seseorang yang diekspresikan di dalam
aktivitasnya, maupun di dalam ketertarikan, dan di dalam opini orang-orang
tersebut. Contohnya: seseorang yang masuk ke dalam group orang-orang sosialita.
C. Kepribadian dan Konsep Diri
Personality merupakan suatu karakteristik yang amat
sangat unik dari psikologi yang memimpin kepada
kestabilan dan dapat
merespon terus-menerus
terhadap lingkungan diri sendiri. Contohnya: seorang yang percaya diri, dominan, suka
bersosialisasi
D.
Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang dapat merubah barang ataupun jasa yang dia gunakan/ yang dia dibeli seiring dengan siklus dai kehidupannya. Contohnya pada Rasa makanan yang kita makan, pakaian,
perabot, dan rekreasi.
E.
Pekerjaan
Pekerjaan seseorang dapat mempengaruhi suatu barang ataupun jasa yang dibelinya. Contohnya, seorang pekerja konstruksi sering sekali membeli
makanannya dari catering di tempat kerja.
3. Faktor Psikologi
a. Motivasi
Saat Kebutuhan mendesak saat itulah seseorang mengarahkannya dirinya untuk mencari
kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan dari teori Maslow, seseorang
dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Ketika kebutuhan amat sangat mendesak sudah terpenuhi, maka kebutuhan
tersebut akan berhenti begitu saja dan menjadi
motivatornya.Contohnya:
sesorang membeli handphone untuk memenuhi kepuasannya dari
kebutuhan setelah mempunyai barang tersebut hanya akan menjadi motivatornya.
b. Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses dimana seseorang berhak untuk memilih,
mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi agar membentuk
sebuah gambaran dari dunia. Contohnya: seseorang saat membeli buah-buahan dia akan
memilih buah yang baik dan matang.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar